Beranda Headline

PT Gunung Bintan Akan Mulai Ekspor Bauksit, Begini Pesan Kadis ESDM

0
Kadis ESDM Kepri, Amjon saat rapat bersama PT GBA dan unsur terkait

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Amjon mengatakan, PT Gunung Bintan Abadi (GBA) diminta untuk terlebih dahulu melengkapi seluruh dokumen persyaratan ekspor sebelum memulai aktivitasnya.

Sebagaimana diketahui PT GBA merupakan salah satu perusahaan tambang yang memiliki izin kuota ekspor di Kepri.

Selain itu, PT GBA juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak baik itu dari TNI AL, Polairud, Bea Cukai, Syahbandar, serta Pemerintah Kabupaten Bintan, agar seluruh proses kegiatan di hulu dapat berjalan dengan baik.

“Ini untuk mengantisipasi agar nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di lapangan,” ujarnya saat rapat dengan direksi PT GBA dan stakeholder terkait di Kantor ESDM Provinsi Kepri, Pulau Dompak, Senin (27/5/2018).

Amjon menegaskan, PT GBA diminta segera mengurus seluruh dokumen tersebut, kemudian diberikan ke seluruh stakeholder.

Selain itu yang paling penting, bauksit yang akan diekspor harus dalam bentuk setengah jadi atau sudah melalui pencucian sebanyak 42 persen.

Dia juga menegaskan, PT GBA juga harus tetap berkomitmen untuk membangun smelter dalam jangka waktu lima tahun.

Sebab, jika lewat dari jangka waktu yang ditetapkan akan ada sanksi yang akan diberikan. Nantinya apabila pembangunan smelter itu rampung maka PT GBA baru diperbolehkan untuk mengekspor alumia tidak lagi setengah jadi.

“Ketentuan ini sudah sesuai dengan Permen yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Amjon juga berharap, dengan akan dimulainya aktivitas ekspor bauksit ini akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat dan daerah.

Di tempat yang sama Direktur PT GBA Edi Purwanto menyampaikan, dalam setahun pihaknya memperoleh kuota ekspor bauksit sebanyak 1,623 juta ton.

“Itu semuanya akan kita ekspor ke China,” sebutnya.

Edi juga mengimbuhkan, dalam kegiatannya nanti pihaknya juga sudah berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak.

“Salah satunya pihak Bea cukai juga akan selalu kita minta untuk ikut stand by di lapangan,” sebutnya.

Ia juga menegaskan, PT GBA juga sudah berkomitmen untuk selalu berkewajiban dalam lingkungan salah satunya kata dia melalui dana CSR.

“Sebelum kita menambang kita juga sudah melalukan pertemuan dengan masyarakat setempat,” tuturnya.

Sementara itu untuk progres pembangunan smelter di Kecamatan Tembeling, saat ini progresnya masih dalam tahap persiapan dokumen

“Ini juga baru kita mulai sekitar 2 bulan yang lalu,” tuturnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here