Pemerintah Bingung Hadapi Bocah Penjual Koran

example banner

Kadis Sosial Kepri Doli Boniara

TANJUNGPINANG (HAKA) – Bingung! Itu kesan yang ditangkap dari penjelasan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Pemprov Kepri Doli Boniara, saat menjawab pertanyaan terkait bocah penjual koran. Dilematis menjadi alasan yang disampaikan Doli.

Di satu sisi mereka masih di bawah umur dan sesuai aturan mereka tidak boleh bekerja. Di sisi lain mereka punya keluarga yang butuh biaya untuk hidup.

“Kita ini mahluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri. Perlu juga bantuan masyarakat lain. Selagi masyarakatnya mau beli, ya susah juga. Soalnya anak-anak itu butuh makan,” terangnya kepada hariankepri.com, kemarin.

Pastinya, persoalan bocah penjual koran sudah berlangsung puluhan tahun dan belum ada solusinya jelas. Bagi penggemar Iwan Fals mungkin ingat potongan lirik lagu Sore Tugu Pancoran. Ini bukti kehadiran pemerintah bagi bocah penjual koran masih sulit diharap.

Si budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal

Batas geografis dan administrasi pemerintahan justru menjadi celah untuk saling melempar masalah. Provinsi akan mengarahkan persoalan bocah penjual koran ke daerah kabupaten atau kota. Tak hanya administrasi pemerintahan yang dijadikan alasan, orang tua dan tetangga si anak pun ikut kena getahnya.

Komisioner KPAD Eri Syahrial menambahkan, hal ini juga tergantung orang tuanya. “Seolah-olah kita lepas tangan. Unsur utama yang paling berpengaruh keluarga dan tetangga,” jelasnya.

Memperhatikan penjelasan aparatur pemerintah dan komisioner anak, sulit berharap persoalan bocah penjual koran akan terselesaikan dalam waktu dekat. (fir)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan