Ketum IWO: Pusat Tidak Adil dengan Pulau Penyengat

banner 1140x147

Ketum IWO Jodhi Yudono saat mengunjungi salah satu makam di Pulau Penyengat

TANJUNGPINANG (HAKA) – Setelah melantik kepengurusan DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Tanjungpinang, Ketua Umum (Ketum) IWO Pusat Jodhi Yudono, menyambangi situs bersejarah yang ada di pulau penyengat, Tanjungpinang, Kamis (11/1/2018).

Ketua Umum IWO Jodhi Yudono mengungkapkan kesedihannya saat mengetahui kondisi Pulau Penyengat yang kurang terurus, ditambah lagi adanya dualisme silsilah keturunan. Dualisme tersebut, yaitu adanya keturunan Raja dan Kesultanan.

“Saya mendengar dari salah satu keturunan yang ada di sini, tentang bagaimana kurang terurusnya situs bersejarah ini. Saya sangat prihatin dan sedih,” kata Jodhi yang juga sejarawan ini.

Ia mengatakan, pemerintah pusat tidak adil dengan tidak memberikan keistimewaan kepada Pulau Penyengat yang dulunya bekas peninggalan kesultanan, seperti Yogyakarta dan Nagroeh Aceh Darussalam.

“Seharusnya pemerintah pusat, menyematkan daerah Istimewa, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga Aceh, karena pulau penyengat juga pernah menjadi daerah kesultanan yakni Kesultanan Riau Lingga,” ungkapnya.

Terakhir ia berharap, agar keturunan kesultanan yang ada di Pulau penyengat dapat terus berjuang, supaya Pulau Penyengat menjadi salah satu cagar budaya dan bisa menjadi warisan bersejarah dunia.

“Saya harap pulau penyengat yang ada di bumi Melayu ini dapat terjaga. Setiap sudut pulau ini, mempunyai sejarah yang tinggi,” tegasnya. (red/humas iwo pinang)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan