Dinilai Sukses, 4 Daerah Belajar Kendalikan Inflasi ke Tanjungpinang

banner 1140x147

Tim dari 4 kabupaten di Jawa Tengah foto bersama Sekda Tanjungpinang, Riono

TANJUNGPINANG (HAKA) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) eks Karesidenan Banyumas, Provinsi Jawa Tengah melakukan studi banding ke Kota Tanjungpinang, Kamis (12/7/2018) di hotel CK.

Kehadiran TPID eks Karesidenan Banyumas dibawah koordinasi Bank Indonesia (BI) Purwokerto ini, ingin bertukar pikiran dan pengalaman kepada TPID Kota Tanjungpinang. Hal ini diungkapkan Sekda Kota Tanjungpinang, Riono.

“Yang datang itu, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Purbalingga. Dari 4 kabupaten yang datang ini, intinya ingin bertukar pikiran sama kita tentang pengendalian inflasi,” ungkapnya usai melakukan studi banding.

Riono menyampaikan, mereka ingin melakukan studi banding di Tanjungpinang, karena mereka dapat rekomendasi dari BI Purwokerto, bahwa Tanjungpinang merupakan TPID terbaik pada tahun 2016.

Sehingga mereka ingin belajar di Tanjungpinang, kiat-kiat menjadi TPID terbaik.

Ia menambahkan, dalam studi banding itu mereka fokus ingin mengetahui cara Kota Tanjungpinang bekerjasama antardaerah, lalu juga ingin mengetahui kiat mengendalikan harga.

“Seperti penjelasan dari Kabupaten Banjarnegara, ternyata mereka menjual gas elpiji dengan harga Rp 25-35 ribu, sementara harga gas kita di sini jauh di bawah angka itu. Sudah saya jelaskan kepada mereka mengenai pengendalian harga gas tersebut,” pungkasnya. (zul)

author

Author: 

Tinggalkan Balasan