Beranda Headline

Debat Pilwako, Zamzami: Jawaban Paslon Tak Nyambung

0

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kedua Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma dan Lis-Maya melakukan debat publik putaran pertama Pilwako Tanjungpinang Tahun 2018, yang diselenggarakan oleh KPU Kota Tanjungpinang yang mengambil tema tentang pendidikan, kebudayaan dan pelayanan publik, Minggu (22/4/2018) malam di Hotel CK.

Debat putaran pertama itu dimulai pukul 20:00-22:30 WIB dengan moderator, peresenter TV One, Caca Hanisa.

Saat debat, pertanyaan-pertanyaan dari panelis itu dijawab oleh kedua paslon secara bergantian.

Usai debat putaran pertama itu, salah satu Pengamat Politik, Zamzami A Karim memberikan penilaian, kepada kedua Paslon baik Paslon yakni Syahrul-Rahma maupun Lis-Maya.

Menurutnya, jawaban kedua paslon tak maksimal dan kesannya tidak nyambung antara pertanyaan-pertanyaan panelis, dengan jawaban yang dilontarkan oleh kedua Paslon.

Kedua Paslon itu hanya menjawab dan menguraikan program-program yang sudah disiapkan di meja mereka. Tetapi tidak menjawab pertanyaan dari panelis.

“Kalau saya lihat tidak ada yang menjawab pertanyaan dari panelis, namun mereka menjawab hanya menguraikan program yang ada dimeja mereka, jadi saya rasa ini tidak nyambung,” katanya.

Debat Pilwako Putaran Pertama

Salah satu jawaban dari panelis yang kurang nyambung, ujar Zamzami, yakni masalah tentang perguruan tinggi.

Menurutnya, pertanyaan tentang perguruan tinggi itu sebenarnya bukan terkait kewenangan, tapi tentang bagaimana memanfaatkan kehadiran perguruan tinggi di suatu kota.

Nah, disitu Pemerintah Daerah bisa bekerjasama dan memanfaatkan perguruan tinggi, sebagai lembaga yang bisa melakukan riset dan pengembangan.

“Itu seharusnya yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Jadi ini bukan soal kewenangan yang sesuai jawaban dari kedua Paslon, kalau kewenangan memang pemerintah kota tidak mengurusi perguruan tinggi,” ucapnya.

Oleh karena itu, Zamzami mengharapkan kepada kedua Paslon untuk ke depannya bisa mempersiapkan data yang mereka miliki, dan pengetahuan tentang Kota Tanjungpinang untuk menjadi dasar terhadap jawaban pertanyaan-pertanyaan Pansel.

“Mungkin di putaran kedua temanya berubah, maka harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin,” harapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kedua Paslon juga tidak ada melontarkan program-program baru.

“Program yang mereka miliki atau tawarkan ini, saya rasa sudah ada dilakukan daerah lain atau program yang sudah ada di pemerintah, tapi dikemas dengan bahasa yang baru. Intinya saya belum mendapatkan hal yang baru dalam debat itu,” pungkasnya (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here