TANJUNGPINANG (HAKA) – Situs resmi Universitas Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, yang merupakan lembaga pendidikan tinggi di Kepri terkontaminasi oleh tautan judi online (judol).
Hal tersebut, diketahui saat hariankepri.com tengah mengakses situs https://umrah.ac.id/profil, pada Sabtu (23/8/2025) malam.
Sekilas, tidak ada yang mencurigakan dari tampilan utamanya, bahkan halaman situs ini tampak normal dengan tampilan logo UMRAH, dan berbagai menu tentang kampus itu di dalamnya.
Kemudian, saat hariankepri.com tengah menggeser halaman situs UMRAH ini ke bagian paling bawah, ditemukan tulisan “Slot Gacor” sebanyak 3 kali, dengan susunan secara vertikal.
Selanjutnya, ketika tulisan “Slot Gacor” ini di tekan, langsung di arahkan ke dalam situs lainnya yang mempromosikan konten perjudian online.
Merespon hal tersebut, seorang mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, prodi ilmu hukum angkatan tahun 2023, adil mengaku terkejut dengan penemuan tautan judol di dalam website resmi kampusnya itu.
“Saya kaget karena awalnya saya periksa tidak kelihatan, setelah saya periksa lebih teliti ternyata memang ada,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Senin (25/8/2025).
Dia menilai, seharusnya website resmi milik kampus ternama di Kepri sebaiknya harus diawasi dengan baik, agar tidak membuat malu.
“Harusnya diawasi terus, sudah jelas judol ini sangat dilarang oleh hukum. Kalau seandainya ada mahasiswa yang bermain judol dari tautan di website ini, pasti sangat memalukan sekali,” sebutnya.
Menanggapi temuan tersebut, Humas UMRAH Tanjungpinang, Randy menjelaskan, bahwa munculnya tautan judol di website kampus tersebut bukan yang pertama kalinya.
“Sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu kami juga pernah mengalami hal serupa, tapi sudah teratasi. Kemudian kali ini terulang lagi, dalam waktu dekat akan segera kita perbaiki,” terangnya.
Ia mengungkapkan, bahwa dirinya masih belum mengetahui secara persis, penyebab tautan judol tersebut bisa muncul di website resmi milik kampus UMRAH.
“Cuma setahu saya lagi marak website resmi instansi pemerintah diserang dengan judol,” tuturnya.
Lebih lanjut, Randy mengatakan, bahwa pengawasan dan pengelolaan website resmi lembaga pendidikan ini berada di bawah wewenang Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) UMRAH.
Sementara itu, Kepala UPA TIK UMRAH, Radzi Dos menuturkan, bahwa website resmi milik UMRAH ini memang mudah terkontaminasi oleh situs judol.
“Kita keteteran untuk membersihkannya, karena halaman yang kita kelola ada banyak, dan cuma ada 1 orang saja yang mengelola website itu,” tegasnya. (dim)





