BINTAN (HAKA) – AJI Tanjungpinang dan BPBD Bintan menggelar dialog bersama masyarakat pesisir di Aula Kantor Camat Teluk Bintan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema mitigasi dan penanganan buaya di kawasan muara dan perairan Teluk Bintan.
Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana menyebut, diskusi ini menjadi edukasi warga dan nelayan untuk memahami langkah preventif menghadapi risiko satwa liar.
Sutana menilai muara Teluk Bintan merupakan kawasan penting bagi ekonomi masyarakat. Perairan itu menjadi sumber penghidupan warga dan nelayan.
Warga menangkap ikan, udang, kepiting bakau, hingga hasil laut lainnya. Namun, kawasan tersebut juga menjadi habitat alami buaya muara.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara pencegahan, penanganan awal, hingga mekanisme pelaporan apabila buaya muncul di permukiman.
Ronald Raditya Kesatria Sinaga dari LKP Pekanbaru Satpel Tanjungpinang, menilai beberapa faktor memicu kemunculan buaya di permukiman warga.
“Contohnya, warga membuang limbah makanan sembarangan,” sebutnya.
Faktor lain adalah kerusakan hutan mangrove akibat ekspansi permukiman di kawasan tepi sungai.
“Kita memerlukan pemetaan tata ruang wilayah agar keseimbangan ekosistem tetap lestari. Manusia harus ikut memelihara lingkungan,” katanya.
Kabid Darurat dan Logistik BPBD Bintan, Wiryawan Wira mengaku pihaknya tengah merancang pembentukan satgas penanganan buaya.
Satgas tersebut akan menjangkau tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan. Lokasi habitat buaya di Kabupaten Bintan berada di Tambelan dan Teluk Bintan. (rul)





