TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekda Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Data UPTD PPA mencatat, 80 anak menjadi korban pada tahun 2024. Angka ini melonjak menjadi 99 anak pada 2025.
Tren ini berlanjut pada tahun 2026. Hingga April, 32 anak menjadi korban kekerasan dan perempuan menghadapi 17 kasus kekerasan.
“Petugas membutuhkan kompetensi dan koordinasi kuat antarlembaga menangani kasus kekerasan serta perdagangan orang secara tepat sasaran,” ujarnya.
Zulhidayat menegaskan, bahwa perlindungan perempuan dan anak menjadi tanggung jawab bersama.
Ia berharap para peserta pelatihan mampu melakukan manajemen kasus secara profesional dari penerimaan laporan hingga pendampingan korban.
Sementara itu, Plt Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Marzul Hendri, menilai keberanian masyarakat bersuara memicu kenaikan angka pelaporan ini.
“Peningkatan angka ini menunjukkan masyarakat mulai berani melapor. Kami terus mengupayakan layanan efektif bagi korban dan keluarga,” jelas Marzul. (sih)





