TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinkes Provinsi Kepri, memperketat kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus di pintu masuk wilayah pelabuhan bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK).
Kabid P2P Dinkes Kepri, Mardianti menjelaskan, BKK memantau potensi penularan di pintu masuk wilayah sebagai tugas utama mereka.
“BKK mendeteksi dini pintu masuk. Fokusnya mengawasi barang terkontaminasi kotoran, air liur tikus, atau orang terjangkit,” ujar Mardianti.
Mengenai infrastruktur medis, Mardianti menyebut, Pemprov Kepri menetapkan tiga rumah sakit sebagai rujukan Penyakit Infeksi Emerging (PIE), termasuk Hantavirus.
Ketiga rumah sakit tersebut mencakup RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, RSUD Embung Fatimah Batam, dan RSUD Muhammad Sani di Karimun.
“Laboratorium Kemenkes di Jakarta masih menjadi rujukan utama pemeriksaan sampel spesimen,” jelasnya.
Mardianti meminta peran aktif masyarakat, serta dukungan pemerintah tingkat RT dan RW menjadi kunci utama pengendalian populasi tikus di pemukiman.
Dinkes Kepri bersama Puskesmas terus menggencarkan edukasi kebersihan lingkungan, agar area pemukiman warga tidak menjadi sarang tikus.
“Pengendalian vektor kembali ke lingkungan masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (sih)





