TANJUNGPINANG (HAKA) – BMKG Tanjungpinang memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Pulau Bintan untuk tiga hari ke depan.
Aktifnya Monsun Asia memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Utara Indonesia, termasuk Provinsi Kepri. Hal ini sangat memengaruhi cuaca.
Prakirawan BMKG, Rizqi Nur Fitriani, menyebut kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia memperburuk situasi saat ini.
Fenomena tersebut menciptakan daerah konvergensi yang memanjang dari Barat Daya Sumatera, hingga Selatan Jawa secara signifikan.
“Bibit siklon menarik massa udara kuat menuju pusat tekanan rendah. Dampaknya, kecepatan angin wilayah utara Indonesia terus meningkat tajam,” paparnya.
Data BMKG mencatat, kecepatan angin di Bandara RHF sudah menyentuh 25 knot atau 46,3 kilometer per jam.
BMKG memprakirakan angin kencang dari Utara hingga Timur Laut masih bertiup hingga tiga hari mendatang.
“Kecepatan mencapai 40 km/jam,” sebutnya.
Tiupan angin kencang ini berdampak langsung pada kondisi perairan sekitar Bintan. Untuk itu, masyarakat perlu memperhatikan keselamatan di laut.
Rizqi menyebut tinggi gelombang laut di perairan Pulau Bintan berpotensi naik hingga mencapai 2,5 meter.
“Gelombang ini masuk kategori sedang. Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas melaut dan memilih transportasi yang aman,” sarannya.
BMKG juga menyoroti potensi bahaya di daratan akibat cuaca ekstrem ini. Suhu udara kering dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, hingga pemukiman warga secara luas.
Rizqi meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan demi keamanan bersama. (dim)





