BATAM (HAKA) – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan, pemerintah daerah harus segera menyusun Rencana Aksi Daerah untuk membentengi generasi muda dari paham ekstremisme.
“Pencegahan radikalisme bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Lis.
Ia menilai, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan harus kembali masif ke sekolah-sekolah, dan komunitas pemuda di tengah derasnya arus informasi digital.
“Kita harus sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan akademisi untuk menciptakan lingkungan yang toleran dan damai di Tanjungpinang,” pungkasnya.
Ancaman radikalisme di Kepri kini memasuki babak baru. Paham ekstremisme mulai menyasar kelompok usia anak dan remaja melalui media sosial dan game online.
Kasatgaswil Kepri, Kombes Pol. Faisal Syahroni, mengungkapkan hal itu dalam kegiatan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme di Batam, Kamis (7/5/2026).
“Terorisme kini berkembang menjadi sel kecil. Kami menemukan anak-anak memerlukan perlindungan khusus karena terpapar kelompok ekstrem,” ujar Faisal.
Faktor pemicu anak terpapar paham ini sangat beragam. Mulai dari aksi bullying, kekerasan dalam rumah tangga, hingga ketergantungan gadget dan game online.
Sepanjang tahun 2024 hingga April 2026, Satgaswil Kepri melaksanakan ribuan kegiatan pencegahan.
“Termasuk penguatan kontra-narasi di media sosial untuk menangkal hoaks SARA,” imbuhnya.
Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Harbour Bay ini bertujuan merumuskan langkah strategis pencegahan radikalisme untuk periode 2026 hingga 2029 mendatang. (sih)





