BATAM (HAKA) – Warga Kecamatan Nongsa merasakan manfaat, berbagai program kerakyatan Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar dan Li Claudia.
Program itu meliputi seragam sekolah gratis, sembako murah, perlindungan sosial lansia, serta beasiswa bagi anak-anak hinterland.
Ketua RT 01/RW 02 Batu Besar, Andoni, menyebut program tersebut membantu kebutuhan dasar masyarakat.
“Pembangunan selama lebih dari setahun benar-benar kami rasakan manfaatnya,” kata Andoni.
Ia menilai sembako murah, layanan kesehatan, dan seragam sekolah gratis membantu masyarakat, terutama orang tua menghadapi tahun ajaran baru.
Menurutnya, beasiswa kuliah membuka kesempatan anak-anak hinterland melanjutkan pendidikan tinggi.
“Program ini memberi peluang mereka mengubah masa depan keluarga sekaligus berkontribusi membangun Batam,” ujarnya.
Amsakar mengatakan forum silaturahmi menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan secara terbuka.
Ia juga menilai dialog langsung membantu meluruskan informasi yang berkembang tanpa fakta utuh.
“Persoalan kecil sering menjadi viral, sementara capaian pembangunan justru kurang mendapat perhatian,” katanya.
Ia menyebut penurunan kemiskinan, berkurangnya pengangguran, dan meningkatnya investasi menjadi hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Amsakar mengapresiasi peran RT dan RW menjaga kondusivitas lingkungan sekaligus menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat.
“Silaturahmi ini menyamakan persepsi, meluruskan informasi, dan mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan Batam kini menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pengembangan sumber daya manusia.
Pemko Batam merealisasikan seragam sekolah gratis serta beasiswa penuh bagi 34 mahasiswa berprestasi dari hinterland dan keluarga kurang mampu.
Mahasiswa tersebut menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Pemko juga meningkatkan penerima bantuan lansia menjadi 4.000 orang dengan insentif Rp400 ribu setiap bulan.
“Batam membutuhkan kebersamaan. Kritik dan saran sebaiknya disampaikan melalui jalur yang baik,” kata Amsakar. (fik)






