BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyiapkan layanan jemput bola untuk mempermudah pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT).
Usulan itu muncul dalam dialog bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Bengkong, Rabu (22/7/2026) malam.
Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, meminta Pemko Batam, menghadirkan mekanisme pembayaran UWT secara kolektif agar proses administrasi lebih mudah.
Menurutnya, skema tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pelayanan pertanahan.
Menanggapi usulan itu, Amsakar memastikan pemerintah terus mengembangkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami terus mengembangkan pelayanan jemput bola agar masyarakat lebih mudah mengurus pembayaran UWT,” katanya.
Selain menyampaikan persoalan UWT, Adi mengapresiasi penyediaan lahan untuk pembangunan SMKN 13 Batam.
Amsakar menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan Kota Batam.
“Kalau soal pendidikan saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memastikan forum dialog dengan masyarakat akan berlangsung rutin setiap tiga bulan.
Menurutnya, komunikasi yang intens dapat menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Silaturahmi ini kita jadwalkan setiap tiga bulan agar komunikasi tetap terjalin dan berbagai persoalan bisa dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam, yakni pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional.
Investasi mencapai Rp69,5 triliun, dan angka kemiskinan turun menjadi 3,81 persen.
“Capaian tersebut lahir dari kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” tukasnya. (fik)






