TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, tidak lagi menghadapi hambatan kendala geografis dalam memantau kondisi infrastruktur.
Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari mengungkapkan pihaknya mengandalkan aplikasi “Sijantan” untuk memantau kondisi jalan dan jembatan secara real-time.
“Sijantan itu singkatan dari Sistem Informasi Jalan dan Jembatan,” sebutnya.
Dinas PUPP merancang aplikasi ini, khusus untuk mengatasi keterbatasan personel dalam menjangkau daerah terpencil seperti Natuna, Anambas, dan Lingga.
“Sijantan lahir dari kebutuhan kami untuk mendapatkan data akurat mengenai infrastruktur di pulau-pulau,” ujar Rodi, kemarin.
Dinas PUPP Kepri memberdayakan masyarakat serta para Kepala Desa untuk menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan.
Warga cukup memotret kondisi jalan atau jembatan yang rusak, lalu diunggah ke dalam tautan aplikasi Sijantan.
“Data yang masuk langsung terintegrasi dengan titik lokasi koordinatnya. Kami bisa langsung mengecek posisi kerusakan secara presisi,” jelas Rodi.
Laporan masyarakat ini, kemudian menjadi dasar yang kuat bagi Dinas PUPP dalam menyusun usulan program pembangunan kepada Gubernur dan DPRD.
Dinas PUPP menilai, inovasi ini jauh lebih efisien dan transparan dalam memperbarui data kondisi jalan setiap tahunnya.
“Perencanaan pembangunan jalan di Kepri menjadi lebih tepat sasaran karena berbasis data lapangan kiriman langsung dari masyarakat,” pungkasnya.(sih)





