TANJUNGPINANG (HAKA) – Menjelang tahun ajaran baru, para orang tua siswa di Kecamatan Tanjungpinang Timur mulai khawatir terkait akses pendidikan jenjang SMA.
Jumlah SMA negeri di wilayah terpadat Tanjungpinang ini sangat terbatas. Jumlah sekolah, tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP setiap tahun.
Astuti, warga Tanjungpinang Timur, mengungkapkan keresahan, karena pilihan sekolah negeri yang dekat dengan rumah sangat minim bagi anak-anaknya.
“Persoalannya bukan cuma jarak, tapi biaya transportasi, keamanan anak di jalan, hingga kondisi fisik mereka yang lelah di perjalanan,” ujar Astuti.
Ia menambahkan, tidak semua orang tua memiliki kendaraan pribadi untuk antar-jemput anak.
“Layanan transportasi umum juga terbatas,” ucapnya.
Kondisi ini menjadi beban ekonomi keluarga. Masalah akses sekolah memberatkan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah di wilayah timur.
“Harapan kami sederhana, anak-anak belajar tenang tanpa terbebani akses. Wilayah timur semakin padat, mestinya ada penambahan SMA negeri,” harap Astuti. (sih)





