KARIMUN (HAKA) – Para guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Karimun, mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji yang tertunda selama empat bulan terakhir.
Hingga memasuki pertengahan April 2026, para pendidik keagamaan tersebut mengaku, belum menerima hak mereka terhitung sejak Januari lalu.
Tuminah, seorang guru TPQ di Karimun, mengungkapkan, bahwa kondisi ini sangat mengganggu pemenuhan kebutuhan hidup para pengajar sehari-hari.
“Kami tetap mendidik anak-anak meskipun pemerintah belum membayar gaji honor kami sejak Januari,” ujar Tuminah kemarin.
Ia mengatakan pemerintah daerah seharusnya memprioritaskan pembayaran gaji guru ngaji, daripada mendahulukan pengeluaran lain yang sifatnya kurang begitu mendesak.
“Kami hanya mengharapkan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, demi menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di Karimun,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karimun, Rocky Bawole, membenarkan bahwa pemerintah daerah memang belum menyalurkan insentif guru TPQ.
Rocky mengaku, bahwa keterlambatan tersebut memiliki alasan tertentu, meskipun ia tidak merinci secara detail kendala teknis yang sedang pemerintah hadapi.
“Benar belum cair, tapi ada sebabnya,” ujar Rocky kepada media hariankepri.com.
Pernyataan Wakil Bupati ini mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah menyadari adanya tunggakan hak para guru agama yang belum tuntas hingga saat ini. (sih)





