BATAM (HAKA) – Sekdako Batam Firmansyah, memaparkan komitmen pemko dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah.
Pemaparan komitmen ini, pada agenda Validasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) bersama Kemendagri secara daring, Kamis (18/6/2026).
​Firmansyah menjelaskan, salah satu arah kebijakan pembangunan Kota Batam Tahun 2025–2029 adalah, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.
​”Kami terus meningkatkan kompetensi dan integritas seluruh pegawai, agar mampu memberikan pelayanan profesional,” ujarnya.
​Firmansyah menjelaskan, sebagai kota industri yang strategis, Batam menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan daerah serta investasi pembangunan.
“Kita menjawab tantangan itu, dengan menetapkan sejumlah prioritas strategis seperti optimalisasi PAD, dan efisiensi penggunaan anggaran daerah,” jelasnya.
​Pemko Batam juga terus mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan, melalui teknologi informasi.
“Serta memperkuat sistem pengawasan internal dan pengelolaan aset daerah,” imbuhnya.
​Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam Rudi Panjaitan menjelaskan, pihaknya terus memperkuat keterbukaan informasi publik melalui sistem terintegrasi.
​”Setiap perangkat daerah berkewajiban menyampaikan laporan berkala yang terbit melalui website resmi masing-masing untuk memantau pelaksanaan anggaran,” pungkasnya. (fik)






