TANJUNGPINANG (HAKA) — Pemerintah mulai merevitalisasi SDN 009 Tanjungpinang Kota di Pulau Penyengat, dengan anggaran Rp3,3 miliar dari APBN 2026.
Program tersebut menyasar perbaikan fasilitas sekolah agar anak-anak Pulau Penyengat mendapat lingkungan belajar yang layak, aman dan nyaman.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, revitalisasi itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak di Pulau Penyengat.
“Pemerintah Pusat melalui APBN memberikan perhatian kepada anak-anak kita di Penyengat,” ujar Lis.
Menurut Lis, anak-anak Pulau Penyengat berhak mendapat fasilitas pendidikan yang setara dengan anak-anak di Tanjungpinang daratan.
“Artinya fasilitas pendidikan yang sama baiknya dan sama layaknya dengan anak-anak di Tanjungpinang daratan,” katanya.
Revitalisasi itu juga mengusung konsep yang menyesuaikan karakter Pulau Penyengat, sebagai kawasan cagar budaya dan pariwisata.
Lis menilai konsep tersebut penting karena Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan kebudayaan Melayu yang kuat.
“Penyengat ini adalah jantung kebudayaan Melayu, kebanggaan Kota Tanjungpinang bahkan dunia,” tegasnya.
Karena itu, Lis ingin sekolah tersebut memiliki karakter Melayu sekaligus menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa.
“Jangan ada lagi sekolah di pulau yang rusak dan tidak layak. Semua anak berhak sekolah dengan gembira,” ucapnya.
Kepala BPMP Kepri Warsita mengatakan, SDN 009 menjadi salah satu sekolah yang mendapat program revitalisasi satuan pendidikan melalui APBN 2026.
Sekolah tersebut juga menjadi proyek percontohan pembangunan dengan konsep yang mengangkat ciri khas Melayu.
“Proses pembangunan ini dilakukan secara swakelola dengan pemberdayaan masyarakat,” jelas Warsita.
Revitalisasi mencakup tujuh ruang belajar, ruang kepala sekolah, ruang majelis guru, perpustakaan, UKS, toilet, pagar sekolah dan rumah dinas.
Pekerjaan tersebut menargetkan penyelesaian dalam 120 hari agar fasilitas sekolah segera dimanfaatkan para siswa. (fik)




