TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemko Tanjungpinang membutuhkan dana besar, untuk merealisasikan visi-misi serta program pembangunan Kota Tanjungpinang Berbenah yang telah disusun oleh kepala daerah.
Untuk itu, menurut Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Pemko Tanjungpinang berencana mengajukan pinjaman uang ke bank perseroan, dengan total duit yang dibutuhkan sekitar Rp150 miliar.
Menurut Lis, pihaknya sedang melakukan identifikasi bank-bank yang memberikan pinjaman uang ke Pemko Tanjungpinang, dengan pajak maupun bunga relatif rendah.
Ada tiga alternatif bank untuk pinjaman Rp150 miliar. Yakni, Bank Riau Kepri (BRK) Syahriah, Sinar Multi Investasi (Sinarmas) dan Bank Jawa Barat (BJB).
“Kami akan pilih bank yang paling rendah bunganya, yang mungkin kita mampu bayar,” jelas Lis kepada wartawan di Teluk Keriting, Kota Tanjungpinang, Senin (25/8/2025).
Lis menerangkan, duit dari utang itu nantinya untuk peningkatan pelayanan publik maupun pembangunan infrastruktur selama 5 tahun.
Ada beberapa aspek pembangunan publik untuk peningkatan sarana dan prasarana masyarakat. Lalu, pembangunan sarana perkantoran pemerintahan.
“Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, kalau kita lihat kantor pemerintahan Tanjungpinang banyak tidak layak,” tuturnya.
Selanjutnya, pembangunan beberapa resistensi banjir di wilayah Kota Tanjungpinang, seperti di Kampung Kolam, maupun daerah lainnya, di Ibukota Kepri ini. Artinya, penanganan banjir harus ditangani serius oleh pemerintah.
“Saya berjanji akan mengurangi titik banjir yang ada di Kota Tanjungpinang dengan membangun kolam resistensi banjir. Karena jumlah titik banjir sudah bertambah menjadi sekitar 80 lokasi sekarang,” tutupnya.
Lis mengajak Pemprov Kepri serta BWS Sumatera IV, juga ikut terlibat dalam meningkatkan pembangunan publik di Kota Tanjungpinang selama 5 tahun ke depan.
“Saya berharap sinergitas Pemerintah Pusat dan Pemprov Kepri dalam membangun Ibukota Kepri ke depannya,” tutupnya. (rul)





