BATAM (HAKA) – Sekda Kota Batam Firmansyah, mendorong generasi muda menjadi pencipta inovasi sekaligus pelaku utama ekonomi digital.
​Firmansyah menyampaikan pesan itu, saat mewakili Wali Kota Amsakar Achmad dalam ajang Digital Financial Literacy bertema ekosistem ITSK dan kripto, di Politeknik Negeri Batam, kemarin.
​Teknologi sektor keuangan berkembang pesat hingga mengubah cara masyarakat bertransaksi, berinvestasi, mengelola aset, serta menciptakan nilai ekonomi baru.
​”Jangan sampai karena ikut-ikutan, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, maupun legalitasnya,” pesan Firmansyah.
​Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat, tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa baru menyentuh angka 62,72 persen.
​Indeks inklusi keuangan kelompok pelajar tersebut sudah mencapai 92,76 persen, sehingga membutuhkan pengawalan pemahaman yang memadai.
​”Anak muda kita semakin dekat dengan produk keuangan, tetapi belum semuanya punya pemahaman memadai,” ujarnya.
​Batam memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, dan investasi yang siap menampung kreativitas generasi muda.
​Pemerintah daerah bersama OJK, perguruan tinggi, serta industri terus memperkuat kolaborasi guna membangun ekosistem keuangan yang aman.
​”Jangan hanya bertanya apa yang sedang tren, tetapi bertanyalah apa yang fundamental dan bagaimana teknologi ini menciptakan nilai,” ucapnya.
​Firmansyah mengapresiasi OJK atas penyelenggaraan forum edukasi ini, demi melahirkan generasi muda Batam yang cakap secara digital.
​”Batam harus mampu lahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital,” pungkasnya. (fik)






