BINTAN (HAKA) – Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) pertamax, dari Kalimantan Barat (Kalbar), untuk warga Kecamatan Tambelan.
“Kita sudah kirim 15 ton minyak pertamax ke Terminal Apung, Kecamatan Tambelan. Ini solusi jangka pendek,” ujar Roby, Senin (22/9/2025).
Ia menerangkan, Pemkab Bintan terus berusaha menyelesaikan permasalahan itu, agar masyarakat Tambelan, tidak kekurangan pertamax.
“Kita coba duduk bersama stakeholder lagi, untuk solusi jangka panjang,” imbuhnya.
Sekdakab Bintan Ronny Kartika menambahkan, skema penyalurannya tetap dari terminal BBM Pertamina Pontianak, ke Tambelan menggunakan kapal.
Rencana penyaluran, kata Ronny, sekitar dua kali dalam sebulan. Semoga, pola itu, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Tambelan tentang minyak pertamax.
“Jadi total keseluruhan minyak pertamax ada 30 ton, akan disalurkan ke Tambelan,” ujar Ronny, Senin (22/9/2025).
Awalnya, kata Ronny, SPBU Apung hanya melayani kebutuhan minyak solar bagi kapal-kapal nelayan.
Lalu, Pemkab Bintan mengajukan permohonan kepada Pertamina, agar Terminal Apung, bisa menampung minyak pertamax dari Kalbar, untuk penyaluran ke warga Tambelan.
“Pertamina pun mengizinkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan membentuk sub-sub penyalur minyak pertamax, untuk warga daratan, di pulau-pulau, Kecamatan Tambelan.
“Idealnya, harus ada sub penyalur bagi masyarakat yang mempunyai motor dan kendaraan lainnya,” tutupnya.
Bahkan kata Ronny, ada sejumlah pihak yang berminat untuk menjadi agen penyalur minyak tersebut. Namun, mereka harus memenuhi standardisasi pendistribusian minyak dari Pertamina.
“Karena sub penyalur ini, tidak hanya pertamax, tapi minyak pertalite juga,” imbuhnya.
Salah satu syaratnya, data kepemilikan kendaraan bermotor. Apakah pihak penyalur sanggup menyiapkan data konrrt kepada pemerintah dan pertamina.
“Karena, kebanyakan dokumen motor-motor warga di Tambelan berasal dari Kalimantan,” imbuhnya. (rul)





