TANJUNGPINANG (HAKA) – Kebiasaan masyarakat Kepri menghabiskan waktu di kedai kopi atau kafe menjadi peluang emas menghidupkan kembali budaya literasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri, Bisri, berencana menginisiasi gerakan “Ngopi Sambil Baca”, di berbagai titik kumpul masyarakat tersebut.
“Membangun budaya membaca di kafe atau kedai kopi harus kita mulai. Jangan sampai kita lupa Kepri punya warisan,” ujar Bisri kepada hariankepri.com, kemarin.
Bisri menyayangkan semangat literasi dan kegemaran menulis Raja Ali Haji, tidak mengalir kuat ke generasi sekarang.
Padahal, menurutnya, identitas Melayu sangat lekat dengan adab dan ilmu pengetahuan.
Ia menekankan bahwa kemajuan sebuah negeri, sangat bergantung pada kualitas pengetahuan masyarakatnya.
Budaya literasi bukan sekadar hobi, melainkan syarat mutlak untuk membangun daerah yang beradab.
“Melayu itu identik dengan literasi. Kita ingin menghidupkan kembali ini lewat ruang publik seperti kedai kopi,” tegasnya.
Melalui inisiasi ini, Bisri berharap kedai kopi di Kepri menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, bukan tempat berbincang kosong.
Pihaknya berencana menggandeng pelaku usaha kafe, untuk menyediakan pojok baca agar aktivitas nongkrong masyarakat menjadi lebih produktif. (sih)





