TANJUNGPINANG (HAKA) – Kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), menyoroti kenaikan harga BBM bagi nelayan.
​Ketua Kelompok Marsel Daniel menyebut, penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga BBM saat ini marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
​”Kenaikan harga ini membuat pendapatan dan pengeluaran warga menjadi tidak seimbang,” ujar Marsel, Jumat (26/6/2026).
​Ia menilai, kebijakan kenaikan harga komoditas energi itu sangat meresahkan, serta memberatkan kondisi ekonomi masyarakat.
​Kelompok mahasiswa hukum yang beranggotakan Marsel, Fitri, Putri, dan Mutiara ini pun turun mewawancarai nelayan di Pantai Setumu, Dompak.
​”Kami mewawancarai sekitar empat orang nelayan di sana,” jelasnya.
​Dari hasil temuan lapangan, seluruh narasumber nelayan menyatakan keberatan kenaikan harga bahan bakar itu.
“Kata mereka ini membuat biaya operasional melaut naik,” kata Marsel.
​Nelayan berharap, mahasiswa dapat membantu menyuarakan kesusahan ekonomi warga pesisir.
“Akibat melambungnya harga bahan bakar,” tukasnya. (sih)






