27.1 C
Tanjung Pinang
Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img

Turun ke Pantai Setumu, Mahasiswa Hukum UMRAH Kaji Beban Nelayan

TANJUNGPINANG (HAKA) – Kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), menyoroti kenaikan harga BBM bagi nelayan.

​Ketua Kelompok Marsel Daniel menyebut, penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga BBM saat ini marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

​”Kenaikan harga ini membuat pendapatan dan pengeluaran warga menjadi tidak seimbang,” ujar Marsel, Jumat (26/6/2026).

​Ia menilai, kebijakan kenaikan harga komoditas energi itu sangat meresahkan, serta memberatkan kondisi ekonomi masyarakat.

​Kelompok mahasiswa hukum yang beranggotakan Marsel, Fitri, Putri, dan Mutiara ini pun turun mewawancarai nelayan di Pantai Setumu, Dompak.

​”Kami mewawancarai sekitar empat orang nelayan di sana,” jelasnya.

​Dari hasil temuan lapangan, seluruh narasumber nelayan menyatakan keberatan kenaikan harga bahan bakar itu.

“Kata mereka ini membuat biaya operasional melaut naik,” kata Marsel.

​Nelayan berharap, mahasiswa dapat membantu menyuarakan kesusahan ekonomi warga pesisir.

“Akibat melambungnya harga bahan bakar,” tukasnya. (sih)

Baca Juga:  TPP ASN Pemprov Kepri Dipotong, BKAD Beri Penjelasan
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru