TANJUNGPINANG (HAKA) – Kebijakan beasiswa hafiz quran minimal delapan juz, di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menuai sorotan dari mahasiswa nonmuslim.
Nova, mahasiswa nonmuslim UMRAH menilai, kebijakan beasiswa hafiz itu sangat baik, tapi harus ada keadilan bagi semua pemeluk agama di kampus.
“Kebijakan itu luar biasa bagus, sayangnya kami tidak mendapatkan hak yang setara,” ujarnya kepada hariankepri.com, Selasa (20/1/2026).
Ia mengingatkan, UMRAH sebagai kampus negeri, menampung mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang keagamaan.
“Mahasiswanya bukan hanya dari satu daerah, tapi dari berbagai daerah yang menganut agama berbeda-beda,” ucapnya.
Senada dengan itu, Juli, mahasiswa nonmuslim UMRAH lainnya, mengaku tidak menolak dan menilai positif program kuliah gratis bagi penghafal Alquran.
“Sebagai mahasiswa Kristen, jujur saya tidak menolak kebijakan ini dan saya merasa ini pun bagus,” katanya.
Namun, ia mempertanyakan bentuk keadilan dan letak kesetaraan bagi mahasiswa, nonmuslim dalam kebijakan beasiswa kampus negeri itu.
“Letak kesetaraan di kampus ini mana?,” ucapnya degan nada bertanya.
Ia berharap Rektor UMRAH juga menerbitkan skema beasiswa yang memberi kesempatan setara bagi mahasiswa nonmuslim. (ars)





