JAKARTA (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memaparkan strategi pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan dan Karimun.
Sebagai Ketua Dewan Kawasan KPBPB Bintan dan Karimun, Ansar menekankan pentingnya menciptakan ekosistem pro bisnis yang ramah bagi para pemodal.
“Kami menyiapkan kawasan ini dengan berbagai kemudahan, mulai dari insentif fiskal, hingga percepatan perizinan,” ujar Ansar.
Ia menjelaskan bahwa keunggulan utama Bintan dan Karimun bukan hanya pada insentif kompetitif, tetapi juga posisi geografis yang sangat strategis di jalur Selat Malaka.
Ansar menilai, pemerintah harus mengelola keunggulan geografis tersebut secara optimal menjadi peluang ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kepri.
Berdasarkan data terkini, kepercayaan investor terhadap kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) terus menunjukkan tren positif.
Realisasi investasi di kawasan BBK tercatat telah mencapai angka 4,67 miliar dolar AS atau setara dengan Rp78,38 triliun.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terus tumbuh,” ujarnya.
Ansar menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sangat menentukan keberhasilan pengembangan kawasan investasi kelas dunia ini.
“Kunci keberhasilannya adalah kolaborasi,” tegasnya.
Ansar kembali mengingatkan, bahwa pembangunan di Kepri merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
“Kepri adalah beranda depan Indonesia. Kami membangun wilayah ini untuk kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Ansar. (sih)





