TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, mencatat pertumbuhan signifikan pada akseptasi penggunaan QRIS di Kepri.
Tren positif ini terlihat dari kenaikan volume, nominal transaksi, jumlah pengguna, hingga jumlah merchant yang tersebar di wilayah Kepri.
Rony menjelaskan, bahwa peningkatan transaksi digital ini terjadi merata di seluruh kabupaten/kota dari tahun ke tahun.
Menurutnya, perluasan kanal pembayaran digital dan penguatan infrastruktur menjadi kunci utama memperkuat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
“Sinergi pemerintah daerah dan perbankan meningkatkan transparansi keuangan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony.
Di sisi lain, Asisten Direktur BI Kepri, Husni Mapain, menyoroti aspek implementasi, realisasi, dan lingkungan strategis sebagai indikator utama penilaian indeks ETPD.
Ketiga aspek ini mengukur kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan transaksi non-tunai.
Meski secara umum tumbuh, Husni mengungkapkan, adanya penurunan skor indeks pada aspek realisasi di sebagian wilayah Kepri sepanjang tahun 2025.
Ia menilai, masyarakat belum memanfaatkan kanal pembayaran digital secara maksimal, walaupun infrastruktur pendukung sudah tersedia dengan baik.
“Penurunan terjadi karena pemanfaatan kanal belum maksimal, meski infrastruktur sebenarnya sudah memadai,” tegas Husni. (sih)





