TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, mempercepat pengajuan kawasan konservasi laut di sejumlah wilayah perairan strategis.
Kepala DKP Kepri, Said Sudrajat menyampaikan, langkah ini bertujuan untuk menjaga ekosistem laut, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.
“Saat ini kami tengah memproses dokumen usulan untuk beberapa titik baru,” tuturnya, kepada hariankepri.com kemarin.
Ia menyebut, wilayah Kabupaten Lingga dan Kota Batam menjadi fokus utama dalam tahap penyiapan dokumen saat ini.
“Di Lingga luasnya mencapai lebih dari 100 ribu hektar, sementara di Batam sekitar 60 ribu lebih hektar,” ungkapnya.
Selain dua wilayah itu, Said menjelaskan, pemerintah pusat telah menetapkan dua kawasan konservasi lainnya di Provinsi Kepri.
Kedua kawasan tersebut meliputi wilayah Timur Pulau Bintan dan Tambelan. Sementara itu, untuk wilayah Natuna, DKP Kepri masih dalam tahap awal penyiapan dokumen.
Ia menargetkan seluruh proses administratif dan penetapan dari kementerian terkait dapat rampung dalam waktu dekat ini.
“Kami berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dokumen-dokumen ini selesai sehingga pusat bisa langsung menetapkannya,” imbuhnya.
Said menegaskan, program konservasi ini bukan sekadar perlindungan lingkungan, melainkan memiliki target ekonomi yang nyata.
Ia merujuk pada kesuksesan Raja Ampat di Papua Barat sebagai model kolaborasi sektor lingkungan dan pariwisata yang berhasil.
“Tujuan kita adalah menjaga ekosistem perairan yang nantinya berdampak pada sosial ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kawasan konservasi akan menjadi tempat yang aman bagi sumber daya ikan untuk berkembang biak.
Hal ini secara otomatis bakal menjamin ketersediaan stok ikan bagi nelayan di masa depan.
Meski berstatus kawasan lindung, Said menekankan, masyarakat akan tetap boleh beraktivitas.
“Tapi wajib mengikuti koridor atau aturan yang berlaku. Hal ini demi menjaga agar pembangunan tidak merusak alam,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya untuk menjaga kebersihan laut di area konservasi.
“Agar daya tarik wisata dan fungsi ekologisnya tetap terjaga secara berkelanjutan,” pungkasnya. (dim)





