TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinkes Provinsi Kepri melalui UPTD Instalasi Farmasi, terus mematangkan integrasi data perbekalan kesehatan guna menjamin ketersediaan obat yang akurat.
Pemerintah memperkuat langkah ini melalui Pertemuan Penguatan Sistem Informasi Kesehatan Nasional Perbekalan Kesehatan di Hotel Aston Tanjungpinang, 10-13 Mei 2026.
Plt Kadis Kesehatan Kepri, dr Yosei Susanti, menegaskan, sinkronisasi data antara provinsi dan kabupaten/kota sangat krusial untuk mendukung kebijakan pelayanan kesehatan.
“Kami memastikan, setiap daerah memiliki data valid terkait stok dan kebutuhan obat,” ujar Yosei.
Dalam pertemuan tersebut, para pengelola program di kabupaten kota menerima penguatan materi aplikasi nasional, terkait pelaporan ketersediaan obat dan pengelolaan transaksi digital.
Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kepri, Indri Ayu Ningsih, menambahkan, pertemuan ini menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi pengelola farmasi daerah.
“Pengelola farmasi wajib melaporkan data melalui Aplikasi Selena tepat waktu dan melakukan transaksi pada Aplikasi Smile secara real-time,” jelas Indri.
Selain itu, penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO), harus berdasarkan data lapangan yang valid guna meminimalisir penumpukan atau kekurangan obat esensial.
“Melalui penguatan sistem informasi ini, kami mengharapkan tata kelola obat yang lebih transparan dan akuntabel di seluruh Kepri,” pungkasnya. (sih)





