TANJUNGPINANG (HAKA) – Manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Kepri kini tengah mempersiapkan transformasi besar-besaran.
Rumah sakit milik Pemprov Kepri ini, berkomitmen meningkatkan standar pelayanan agar setara dengan rumah sakit nasional.
Langkah konkret ini terlihat saat RSUD RAT menggandeng tim ahli dari RSUP Dr #Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, untuk membedah total tata kelola rumah sakit.
Direktur RSUD RAT, dr Bambang Utoyo, MAP menegaskan, kolaborasi itu bertujuan menyelaraskan praktik pelayanan kesehatan di Kota Tanjungpinang ini.
“Kami ingin memastikan masyarakat Kepri mendapatkan layanan yang akuntabel dan transparan, sesuai standar Kemenkes,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, bahwa transformasi ini tidak hanya menyasar soal administrasi rumah sakit.
Sejak awal Januari 2026, RSUD RAT juga sudah mulai menyusun ulang sistem biaya (unit cost) tindakan medis operasi.
“Hasilnya, perhitungan biaya pelayanan bedah ke depan akan jauh lebih akurat dan transparan,” katanya.
Langkah ini sekaligus menjadi jaminan bagi pasien, terkait kepastian biaya dan kualitas tindakan medis yang mereka terima.
Sebanyak 96 orang, mulai dari dokter spesialis hingga jajaran manajemen, mulai menjalankan rencana aksi hasil asistensi dari tim RSHS Bandung itu.
Bambang meyakini, penguatan tata kelola ini akan berdampak langsung pada efisiensi operasional rumah sakit.
“Target kami jelas, RSUD RAT harus menjadi institusi kesehatan yang terstandarisasi secara nasional dan benar-benar berorientasi pada keselamatan pasien,” pungkasnya. (dim)





