TANJUNGPINANG (HAKA) – Mustardi, Regional Manager PT Panca Rasa Pratama, mengawali ceritanya dengan menghela napas panjang, sembari mengenang perjalanan panjang pabrik Prendjak di Tanjungpinang.
Ia mengakui, bahwa menjalankan roda investasi di daerah ini bukan merupakan perkara mudah bagi para pelaku usaha.
Namun, perusahaan lokal ini sanggup bertahan selama puluhan tahun, karena sang pendiri merupakan seorang putra daerah, yang memiliki keterikatan batin sangat kuat.
Selama kurang lebih 40 tahun, perusahaan ini terus memutar roda ekonomi sejak era generasi pertama, yaitu Pak Chua atau yang akrab dengan sapaan Pak Panjang.
“Beliau telah memberikan kontribusi nyata bagi daerah, mulai dari masa Kabupaten Kepri, hingga wilayah ini mekar menjadi sebuah provinsi mandiri,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat pengabdian inilah yang menjadi fondasi utama perusahaan dalam menghadapi berbagai badai ekonomi.
Menjemput Peluang di Tengah Modernisasi
Namun demikian, arus modernisasi kini membawa tantangan baru, yang menuntut perusahaan untuk bergerak lebih lincah dan berani.
Mustardi menyadari, bahwa persaingan pasar nasional, menuntut standar yang jauh lebih tinggi daripada sekadar jago kandang.
Perusahaan harus mengambil langkah strategis, agar produk mampu menembus pasar ekspor, dan bersaing dengan merek-merek global.
Oleh karena itu, manajemen perusahaan telah mengambil keputusan bulat, untuk melakukan ekspansi investasi dengan membangun pabrik baru di Pulau Jawa.
“Pilihan lokasi jatuh secara mantap di Desa Gondang, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,” sebutnya.
Lokasi pabrik baru ini menempati posisi strategis, karena berdiri tepat di sebelah lahan industri milik Japfa Comfeed.
Melalui langkah ini, perusahaan berupaya mendekatkan diri ke sumber bahan baku utama yang melimpah di tanah Jawa.
Efisiensi logistik menjadi kunci utama, mengapa Mustardi dan tim memilih Kendal sebagai basis produksi baru mereka.
“Selain mendekati bahan baku, posisi ini juga memudahkan perusahaan menjangkau pasar raksasa di Pulau Jawa,” ujarnya.
Ekspansi Pasar dan Inovasi Agrowisata
Selain itu, jangkauan distribusi perusahaan juga akan menyasar wilayah Kalimantan, terutama untuk menyambut potensi besar dari Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami juga membidik wilayah Indonesia Timur sebagai target perluasan pasar berikutnya,” imbuhnya.
Ekspansi ini bukan sekadar pindah tempat, melainkan sebuah strategi untuk memenangkan kompetisi di level yang lebih luas.
Bahkan, perusahaan telah menjalin kolaborasi erat dengan salah satu pemilik kebun teh di Kabupaten Batang, yang bertetangga langsung dengan Kabupaten Kendal.
Kerjasama ini menjamin stabilitas suplai, hasil kebun teh berkualitas tinggi untuk proses produksi nantinya.
Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan, dalam mengamankan rantai pasok dari hulu hingga ke hilir.
Tidak berhenti di sana, Mustardi merencanakan pengembangan Agrowisata Teh Prendjak di lokasi perkebunan tersebut.
“Kami ingin masyarakat dapat menikmati keindahan alam sekaligus mengenal lebih dekat brand legendaris ini,” ucapnya.
Sinergi Pemerintah dan Penyerapan Tenaga Kerja
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Kendal dan Pemkab Batang, Jateng, menyambut hangat niat baik perusahaan dengan tangan terbuka.
Mustardi mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah setempat, karena mereka sangat mendukung kemudahan proses perizinan bagi investor.
“Mereka juga aktif membantu promosi produk melalui ajang Pekan Raya Kendal (PRK) yang meriah,” ungkapnya.
Menariknya, pemerintah daerah di sana memiliki kebijakan, yang mewajibkan seluruh instansi, untuk menggunakan produk lokal sebagai produk unggulan.
Kebijakan ini tentu memberi angin segar bagi perusahaan, untuk segera beradaptasi dengan lingkungan barunya.
“Dukungan nyata seperti inilah yang memicu semangat kami mempercepat proses pembangunan pabrik,” tegasnya.
Terkait urusan tenaga kerja, perusahaan tetap mengedepankan prinsip keadilan bagi warga lokal di sekitar pabrik Kendal.
Mustardi menegaskan, bahwa perusahaan akan memprioritaskan penduduk setempat untuk mengisi posisi operator pabrik.
Pihaknya ingin kehadiran perusahaan, memberikan dampak ekonomi langsung berupa pembukaan lapangan kerja baru, bagi masyarakat Kendal.
Target Operasional dan Pesan untuk Daerah Asal
Meskipun begitu, perusahaan tetap memerlukan tenaga ahli, untuk mengisi bidang-bidang teknis tertentu, yang membutuhkan pengalaman khusus.
Mustardi juga menawarkan kesempatan bagi karyawan lama dari Tanjungpinang, yang memiliki keinginan untuk ikut pindah ke Jawa.
“Kami mempersilahkan kalau mau bergabung, asalkan siap beradaptasi dengan kondisi dan budaya kerja di lokasi yang baru,” imbuhnya.
Jika tidak ada aral melintang, Mustardi menargetkan produksi teh di Kendal akan mulai beroperasi, pada kuartal ke empat tahun 2026.
Jadwal ini menjadi pedoman kerja keras seluruh tim, dalam memastikan seluruh infrastruktur siap tepat pada waktunya.
Harapan besar bergantung pada kelancaran pembangunan fisik, maupun administrasi di lapangan.
Di sisi lain, Mustardi tetap menitipkan pesan mendalam bagi pemerintah daerah di Tanjungpinang, agar tetap peduli pada pengusaha lokal.
“Kami berharap pemerintah terus mendukung aktivitas ekonomi, mulai dari kelas UMKM hingga pengusaha besar yang telah lama berbakti,” pesannya.
Selain itu, ia juga berharap kepada pemerintah daerah peka terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dari swasta penyumbang PAD.
“Supaya tidak berjuang sendirian tanpa pelindung atau pengayoman dari pemangku kewenangan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penegakan peraturan daerah yang pro-rakyat, demi menjaga stabilitas ekonomi agar roda perekonomian Tanjungpinang tetap berputar cepat.
“Perjalanan ini adalah bukti bahwa perusahaan lokal mampu terbang tinggi tanpa melupakan akar sejarahnya,” tukasnya. (fik)





