KARIMUN (HAKA) – Camat Selat Gelam, Indra, memberikan klarifikasi terkait lokasi kunjungan spesifik Komisi X DPR RI di wilayahnya.
Ia meluruskan bahwa rombongan meninjau Desa Tulang, bukan Pulau Parit sebagaimana informasi yang beredar sebelumnya.
Indra menjelaskan bahwa permasalahan pendidikan di wilayah pesisir Kecamatan Selat Gelam, mengalami keterbatasan ruang kelas sehingga menggunakan sistem shift belajar.
Indra memaparkan, setidaknya tiga sekolah di Desa Tulang memerlukan perhatian serius, karena kondisi fisiknya memprihatinkan. Pertama, SDN 012 menempati lokasi yang rentan terhadap bencana alam.
“Air sering merendam SDN 012 saat pasang rob atau hujan dengan intensitas tinggi. Belum ada pagar yang memadai dan ruang majelis guru,” jelasnya.
Kedua, kondisi SDN 008 di Desa Tulang juga membutuhkan perbaikan. Selain merenovasi bangunan sekolah, pemerintah juga perlu memperhatikan rumah dinas untuk tenaga pendidik di sana.
Permasalahan ketiga yang tak kalah krusial menyangkut status lahan SMPN 4 Satu Atap (Satap).
Hingga saat ini, sekolah tersebut belum memiliki aset mandiri dan masih menumpang di lahan milik SDN 008.
“Kami meminta pembangunan gedung SMP baru di lahan sendiri. Warga sebenarnya sudah menghibahkan lahan seluas 9.000 meter persegi untuk keperluan itu,” tukasnya. (sih)





