BINTAN (HAKA) – Ekspansi masif proyek perumahan dan kavling siap bangun, kini menggusur hamparan hijau lahan pertanian produktif di kawasan Pulau Bintan.
Alih fungsi lahan ini memperparah ketergantungan pangan lokal pada pasokan luar daerah. Yang paling terasa, pascabencana banjir melanda Pulau Sumatera akhir 2025 lalu.
Para petani terpaksa berpindah-pindah menggarap tanah sisa atau nekat memanfaatkan lahan marginal bekas pertambangan bauksit milik PT Antam.
Kini ratusan keluarga petani cemas menunggu kepastian status aset negara tersebut karena pemerintah pusat berencana mengeksekusi lahan pinjam pakai. Baca tulisan lengkapnya DI SINI.
Penulis: Masrun





