TANJUNGPINANG (HAKA) – DPPP Tanjungpinang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) empat kali selama Ramadan 1447 Hijriah.
“Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan menjelang lebaran,” ucap Kepala DPPP, Robert Lukman, usai kegiatan perdana GPM di Jalan Bandara,Kamis (26/2/2026).
Pihaknya menjadwalkan GPM pada pekan pertama dan ketiga Ramadan. Ia juga berkomitmen mengawal ketersediaan bahan pokok bagi seluruh masyarakat.
“Kami menyelenggarakan GPM lagi antara tanggal 6 atau 7 Maret nanti,” ujar Robert kepada hariankepri.com.
Sementara itu, dari Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagin) akan melakukan hal yang sama, melalui Operasi Pasar Murah (OPM) pada minggu kedua dan keempat.
“Kolaborasi antarinstansi ini memperkuat ketahanan pangan. Untuk lokasi OPM di Gedung Tengku Mandak, Bintan Center,” tambah Robert.
Ia menyebut, ada sebanyak 10 vendor dan kelompok tani binaan DPPP menyuplai barang dalam GPM ini.
“Keterlibatan mereka memastikan rantai distribusi pangan tetap terjaga,” imbuhnya.
Koperasi Merah Putih mulai memasarkan telur produksi lokal kepada konsumen. Kehadiran produk ini, membantu memenuhi kebutuhan protein warga dengan harga terjangkau.
“Kami berharap pedagang ayam potong segera bergabung menjual produknya menjelang Lebaran nanti,” ucap Robert optimistis.
Wali Kota, Lis Darmansyah, menegaskan GPM merupakan langkah strategis pemerintah daerah menekan inflasi. Upaya ini melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan.
“Kami mengantisipasi lonjakan harga sejak dini agar masyarakat tenang beribadah. Ada 4 kali GPM selama Ramadan,” ujarnya.
Lis juga mendorong penguatan produksi lokal dengan mengembangkan Bukit Manuk menjadi UPTD. Kemandirian pangan daerah menjadi target utama jangka panjang pemerintah.
“Kami ingin sumber pangan murah berasal dari daerah sendiri, bukan dari luar,” pungkasnya. (dan)





