TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan wilayahnya dijadikan pusat logistik internasional. Langkah ini dinilai strategis untuk memangkas biaya distribusi barang sekaligus memperkuat posisi Natuna sebagai pintu gerbang perdagangan regional di perbatasan Laut Cina Selatan.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan menegaskan, bahwa dengan jumlah penduduk hanya sekitar 80 ribu jiwa, skema impor langsung ke Natuna akan sulit menarik minat vendor jika hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Karena itu, ia mendorong agar Natuna difungsikan sebagai hub distribusi barang ke berbagai wilayah, termasuk Kalimantan dan Sulawesi.
“Kalau hanya mengandalkan kebutuhan lokal, vendor akan ragu. Strategi kami adalah menjadikan Natuna sebagai hub distribusi dengan dukungan penuh pemerintah provinsi dan pusat,” kata Cen, usai rapat bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Senin (25/8/2025).
Usulan itu turut diamini pelaku usaha. Perwakilan PT Eco Batam Indonesia menyebut, jarak pengiriman dari Tiongkok ke Natuna hanya sekitar 2.300 kilometer.
Sementara jika pengiriman harus berputar lewat Jakarta, Surabaya, atau Batam, jaraknya bisa melonjak hingga 10 ribu kilometer. “Inilah yang membuat biaya logistik tinggi. Kalau jalur langsung dibuka, Natuna bisa menjadi logistics hub di perbatasan,” ujarnya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan, pemerintah pusat perlu memberi perhatian serius agar rencana Natuna sebagai hub logistik internasional bisa terealisasi.
“Daerah perbatasan seperti Natuna memang membutuhkan kebijakan afirmasi dari pemerintah pusat. Tanpa itu, sulit bagi kita menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan menjaga fluktuasi inflasi,” jelasnya.
Ansar juga mendorong percepatan pemanfaatan Pelabuhan Selat Lampa sebagai pintu ekspor-impor internasional. Menurutnya, kesiapan pelabuhan harus dilengkapi dengan layanan karantina, imigrasi, hingga bea cukai.
“Kita perlu bahas bersama apa saja yang harus dipersiapkan, mulai dari izin impor, neraca kebutuhan, hingga fasilitas pendukung lainnya,” tegasnya.(kar)





