TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepri, meluncurkan inovasi digital terbaru berupa aplikasi One Kepri Investment Partnership.
“Aplikasi ini untuk mendongkrak capaian investasi di daerah,” terang Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra.
​Menurutnya, aplikasi tersebut berfungsi sebagai sistem Satu Data Investasi, yang mengintegrasikan seluruh wilayah Kepri dalam satu wadah digital.
​
Ia menjelaskan, kehadiran aplikasi ini memenuhi target wajib inovasi dari Pemerintah Provinsi Kepri.
​”Pemprov mewajibkan setiap OPD terus berinovasi, minimal satu OPD tiga inovasi,” ujar Hasfarizal, Sabtu (6/6/2026).
​Melalui aplikasi ini, DPMPTSP Kepri menyatukan seluruh data potensi dan realisasi investasi di tujuh kabupaten serta kota se-Kepri.
​Ia menyebutkan, sistem terintegrasi ini memangkas jalur birokrasi manual yang selama ini kurang efisien bagi para calon penanam modal.
​”Kalau sebelumnya investor yang ingin tahu data potensi daerah harus bersurat manual atau mengirimkan PDF, sekarang tidak perlu lagi,” jelasnya.
​Sistem baru ini mempermudah investor mengakses cepat data penting mengenai peluang investasi daerah, seperti di Kabupaten Natuna atau wilayah lainnya.
​Kemudahan akses Satu Data ini bertujuan, menarik minat para calon investor, baik penanam modal dalam negeri maupun asing.
​”Semua terintegrasi dan bisa terakses lewat aplikasi ini. Dalam waktu dekat, kami akan menyosialisasikan ini ke kabupaten/kota,” tambah Hasfarizal.
​
aplikasi satu data, DPMPTSP Kepri juga mengandalkan program unggulan lain yang bernama “Klinik Investasi”.
​Program ini hadir menjadi wadah solusi bagi para pengusaha yang menghadapi kendala perizinan atau memiliki proyek investasi stagnan.
​Pelaku usaha dapat berkonsultasi secara tatap muka langsung, lewat aplikasi konferensi video zoom, atau menunggu tim dinas turun ke lapangan.
​”Intinya, semua perizinan sekarang sudah serba digital dan dipermudah, karena target investasi kita tinggi,” pungkasnya. (sih)





