TANJUNGPINANG (HAKA) – Kota Tanjungpinang kini berada dalam status siaga, terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat cuaca panas.
Cuaca yang kering serta keterbatasan sumber air di sejumlah titik, meningkatkan risiko kebakaran yang sulit petugas kendalikan.
“Potensi kebakaran sangat tinggi, kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Kadis Kominfo Tanjungpinang, Teguh Susanto.
Ia menyebut, bahwa faktor kelalaian manusia di lapangan memicu sebagian besar kejadian kebakaran lahan belakangan ini.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melalui Dinas Kominfo juga melarang keras warga membuka lahan dengan cara membakar.
“Api sangat mudah menyebar dan sulit terkendali dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini,” tuturnya.
Teguh menjelaskan, bahwa saat ini petugas pemadam kebakaran menghadapi tantangan serius karena banyak sumber air mulai mengering total.
Penurunan debit air di berbagai lokasi pemadaman menyulitkan proses penanganan api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
“Langkah pencegahan menjadi upaya paling efektif yang harus kita lakukan bersama untuk saat ini,” katanya.
Selain larangan membakar, masyarakat juga dilarang membuang puntung rokok sembarangan, di area kering yang memiliki banyak vegetasi.
Pemerintah juga mengingatkan warga, agar tidak meninggalkan botol air mineral berisi air di lahan terbuka karena berpotensi memicu percikan api.
“Pastikan api benar-benar padam setelah melakukan kegiatan tertentu guna menghindari munculnya titik api baru,” jelasnya.
Teguh menyebutkan bahwa saat ini BPBD Tanjungpinang sedang fokus menyuplai air bersih ke pemukiman warga yang mengalami kekeringan parah.
Di sisi lain, armada BPBD juga harus membagi pasokan air untuk membantu petugas Damkar memadamkan api akibat Karhutla.
“Sudah tiga bulan terakhir BPBD membantu suplai air bersih, jadi tolong warga berhati-hati jangan memicu kebakaran,” tegasnya. (sih)





