TANJUNGPINANG (HAKA) – Lonjakan kebakaran awal 2026 di Kota Tanjungpinang kian mengkhawatirkan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mencatat 138 kejadian dalam tiga bulan pertama tahun ini.
“Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mencapai 133 kasus dan menghanguskan ratusan hektare,” kata Kasi Damkar DPKP, Derry Ambary, kemarin.
Derry mengungkapkan lonjakan kejadian mencapai titik tertinggi dalam sehari. Tanggal 24 Maret menjadi puncak kebakaran dengan catatan tujuh kejadian sekaligus.
Cuaca panas ekstrem menjadi faktor utama cepatnya api menyebar. Angin kencang di lapangan turut memperparah kondisi kebakaran lahan yang terjadi.
“Warga yang membakar sampah sering memicu kebakaran lahan. Cuaca panas dan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas,” jelas Derry.
Selain Karhutla, kebakaran bangunan juga muncul dalam jumlah kecil. Korsleting listrik di lingkungan permukiman biasanya menjadi pemicu utama insiden tersebut.
DPKP meningkatkan kesiapsiagaan dengan menurunkan armada pemadam. Petugas juga memperkuat dukungan pasokan air dari BPBD guna memadamkan api secara cepat.
“Tahun lalu hanya ada 83 kasus dalam tiga bulan. Tahun ini angka kebakaran meningkat sangat signifikan,” tutup Derry kepada media. (dan)





