TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Mahadi Rahman menegaskan, bahwa pihaknya mulai merealisasikan sistem pelayanan medis proaktif bagi anak disabilitas.
​Langkah ini merespon keluhan para orang tua, yang selama ini kesulitan mengakses layanan dokter spesialis atau dokter khusus untuk anak mereka.
​Mahadi membenarkan, kebutuhan penanganan medis sistem jemput bola tersebut mencuat, dalam agenda reses anggota dewan beberapa waktu lalu.
​”Ada usulan dari orang tua agar dokter spesialis proaktif mendatangi anak disabilitas untuk mengecek kesehatan,” ujarnya, kemarin.
Menurut ​Mahadi berdasarkan koordinasi lintas sektor, sistem pelayanan bergerak tersebut kini sudah mulai bergulir secara bertahap di lapangan.
​Pihak dinas menerima laporan bahwa, sejumlah puskesmas dan dinas kesehatan, sudah menerjunkan langsung tim dokter ke rumah-rumah warga.
​”Saya dengar dari Dinkes, hal itu sudah mulai berjalan. Dokter sudah ada yang turun langsung,” jelasnya.
​Mahadi mengakui, implementasi sistem jemput bola ini belum berjalan maksimal ke seluruh wilayah akibat keterbatasan operasional di lapangan.
​Berdasarkan basis data rekonsiliasi terbaru, kuantitas anak penyandang disabilitas di Kepri saat ini cukup signifikan.
​”Lumayan banyak, hampir 5.000-an anak,” pungkasnya. (sih)






