TANJUNGPINANG (HAKA) – Disdik Kota Tanjungpinang menegaskan, bahwa secara nomenklatur dan kebijakan saat ini sudah tidak ada lagi istilah sekolah favorit.
​Kepala Disdik Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari menjelaskan, pemerintah memberikan fasilitas yang sama.
“Baik itu dana operasional maupun kualitas guru yang sama rata,” sebutnya.
Disdik menyamakan kualitas tenaga pendidik, melalui penerapan sistem regulasi rotasi tugas guru secara berkala.
​”Guru yang mengajar di SMP 1 tidak akan selamanya berada di sana, mereka bisa pindah ke sekolah lain,” ujar Teguh.
​Teguh memaparkan, sekolah seperti SMP 1, SMP 2, SMP 4, SMP 5, SMP 7, dan SMP 16 padat peminat akibat faktor demografi penduduk.
​Faktor jumlah kepadatan penduduk di sekitar lingkungan sekolah yang memang sangat tinggi, memicu tingginya minat warga tersebut.
​Selain itu, faktor kebiasaan orang tua murid yang dahulu merupakan alumni, turut memengaruhi keinginan agar anak mereka bersekolah di sana.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar pemahaman warga berubah,” jelasnya. (sih)






