KARIMUN (HAKA) – Mahasiswa mengkritik kondisi dermaga Pelabuhan KPK Karimun. Mereka menilai, fasilitas transportasi laut tersebut tidak ramah terhadap para pengguna jasa.
Sebab, dermaga penyeberangan antarpulau yang menjadi simbol kemajuan daerah ini, justru masih kekurangan fasilitas.
Mahasiswa asal Karimun, Rasya Maulana, menyayangkan ketiadaan atap pelindung di sepanjang dermaga.
“Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama menuju kapal,” ucapnya.
Kondisi ini memaksa penumpang maupun pengantar menghadapi terik matahari menyengat. Mereka juga harus menerjang guyuran hujan tanpa perlindungan yang memadai.
“Masyarakat berjalan menuju kapal di bawah sinar matahari tanpa penghalang. Ini bukan gambaran pelayanan publik yang ideal,” ungkapnya.
Rasya menganggap, rendahnya kualitas layanan publik di Kabupaten Karimun terlihat dari situasi masyarakat yang harus berpanas-panasan saat hendak masuk kapal.
Ia pun mempertanyakan perencanaan dan penggunaan dana pembangunan pelabuhan tersebut.
Menurutnya, alokasi anggaran tidak menyentuh kebutuhan dasar para pengguna jasa pelabuhan.
“Kemanakah alokasi dana pembangunan ini? Apakah hanya mempercantik tampilan tanpa memperhatikan kebutuhan pengguna?,” tanya Rasya dengan nada penuh keheranan.
Ia menegaskan bahwa fasilitas layak menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat luas. Penyediaan sarana pendukung bukan sekadar mengejar aspek kenyamanan semata.
“Pelabuhan KPK harus menjadi contoh pelayanan publik yang baik. Jangan sampai pelabuhan ini malah menjadi sumber kesulitan bagi masyarakat,” tegasnya. (sih)





