TANJUNGPINANG (HAKA) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memastikan rencananya meminjam dana ke Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026 mendatang.
Namun, sebelum melangkah lebih jauh, Ansar menegaskan langkah itu akan terlebih dahulu dibahas bersama DPRD Kepri. “Kita akan minta persetujuan dulu dari DPRD,” kata Ansar, kemarin.
Ansar menjelaskan, pinjaman tersebut bukan untuk kebutuhan rutin pemerintah, melainkan sepenuhnya dialokasikan bagi pembangunan infrastruktur pelayanan publik.
Beberapa proyek yang masuk dalam daftar prioritas adalah penambahan gedung poli baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) dan pembangunan monumen bahasa di Pulau Penyengat.
Menurut Ansar, penambahan fasilitas baru di RSUD RAT bersifat mendesak, karena menyangkut peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat.
Meski begitu, Ansar belum mau membeberkan besaran pinjaman yang akan diajukan ke BRKS. “Karena masih dihitung,” singkatnya.
Sebelumnya, pada Senin (4/8/2025) lalu, Ansar menyampaikan, Pemprov Kepri berniat untuk melakukan pinjaman pembiayaan daerah BKRS. Waktu itu, Ansar mengatakan, rencana itu sudah ia komunikasikan langsung dengan jajaran direksi BRKS.(kar)





