TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Bisri, menyoroti tingginya kasus penyakit pembuluh darah sepanjang tahun 2025.
Ia menyebut, hipertensi menjadi pemicu utama berbagai penyakit kronis yang kini mendominasi layanan kesehatan di Kepri.
“Seperti kanker, jantung, stroke, gangguan ginjal, serta gangguan hati,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Bisri mencatat, jumlah pasien penderita penyakit hipertensi adalah yang terbanyak sepanjang tahun 2025, mencapai 106.815 pasien.
“Kemudian menyusul penderita penyakit infeksi saluran pernapasan sebanyak 85.830 pasien,” bebernya.
Menurutnya, seluruh rumah sakit se-Provinsi Kepri terus meningkatkan pelayanan kesehatan.
“Kita fokus penguatan pelayanan kesehatan di tiap kabupaten kota, terutama penanganan kanker,” terangnya.
Ia menyampaikan, banyak pasien membutuhkan perawatan lanjutan, bahkan hingga harus menjalani rujukan ke rumah sakit di Jakarta.
Kondisi tersebut, lanjut Bisri, berawal dari perilaku hidup tidak sehat yang masyarakat jalani selama bertahun-tahun.
“Maka dari itu, sangat penting untuk kita semua mengatur pola makan dan gaya hidup,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar mengatur asupan makanan sesuai kebutuhan tubuh, membatasi kalori berlebih, dan mencukupi kebutuhan protein.
Bisri juga mengajak masyarakat untuk rutin melakukan aktivitas fisik ringan, salah satunya berolahraga.
Bisri menilai, cara ini sangat efektif untuk mencegah lonjakan gula darah dan menjaga fungsi organ tubuh.
“Kebiasaan sederhana ini mampu menekan risiko penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup,” tutupnya. (dim)





