TANJUNGPINANG (HAKA) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UMRAH bakal menggelar diskusi publik bertajuk Ruang Nalar, Sabtu (7/2/2026).
Wakil Gubernur Mahasiswa BEM FISIP UMRAH, Dinda Rolisti menyebut, agenda ini berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap isu pesisir.
“Kami memandang perlu adanya ruang diskusi yang secara khusus membahas persoalan di wilayah tersebut,” katanya kepada hariankepri.com, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai, forum ini penting sebagai wadah mahasiswa untuk memahami dan merespons isu lingkungan secara kritis.
“Mahasiswa merupakan agent of change yang harus memiliki kepekaan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut Ketua Pelaksana, M Febriansyah R mengatakan, diskusi ini akan menyoroti kondisi ruang hidup masyarakat Suku Laut.
“Termasuk dampak limbah minyak hitam yang kerap mencemari perairan dan pesisir Bintan,” ucapnya.
Menurutnya, kerusakan ekosistem laut sangat berpotensi mengganggu aktivitas harian dan mata pencaharian nelayan setempat.
“Kami mendorong pemahaman bersama agar pengelolaan pesisir ke depan lebih adil dan berkelanjutan,” ucap Ayik sapaan akrabnya.
Ayik menjelaskan, pihaknya turut mengundang tiga narasumber kompeten untuk membedah tema tersebut secara mendalam.
“Narasumber pertama yang akan hadir adalah Dosen Hukum FISIP UMRAH, Dr Atika Thahira, SH, MH,” sebutnya.
Selain itu, panitia pelaksana juga menghadirkan Akademisi Lingkungan dan Budaya, Novi Asti Lalasati, MSc.
“Terakhir, kami mengundang Sosiolog Isu Lingkungan dan Keberlanjutan, Dr Siti Arieta, SH, MA,” tambahnya.
Sebagai informasi, kegiatan diskusi mahasiswa ini akan berlangsung di Ruang 10 Kampus FISIP UMRAH, Dompak. (sih)





