TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DP2KH) Kepri mencatat, stok hewan kurban Idul Adha 2026 mencukupi.
Ia mengungkapkan warga sudah memesan rata-rata 50 persen hingga 70 persen sapi di penampungan sejak pekan lalu, tren permintaan terus meningkat.
“Warga butuh 7.000 sapi dan 20.000 kambing. Penjual mendatangkan hewan ini dari Lampung dan Riau,” ujar Rika, kemarin.
Rika menyebut harga sapi kurban saat ini mulai dari Rp23 juta per ekor. Harga tersebut menyesuaikan ukuran serta jenis sapi.
DKP2KH mengawasi kesehatan seluruh hewan yang masuk ke Kepri secara ketat. Langkah ini bertujuan menjamin keamanan para konsumen di wilayah tersebut.
“Hewan wajib lulus uji PMK dan Antraks. Tim Kabupaten/Kota akan mengecek kelayakan fisik hewan menjelang penyembelihan,” tegas Rika.
Petugas veteriner menempelkan label layak kurban pada hewan sehat. Syaratnya, hewan harus cukup umur, sehat, dan tidak mengalami cacat fisik.
Rika menginformasikan, bahwa Kepri akan menerima Bantuan Presiden sebanyak 8 ekor sapi. Bantuan itu menambah ketersediaan hewan kurban untuk masyarakat.
“Petugas menyebar tujuh sapi ke kabupaten/kota. Satu ekor sapi dari provinsi dibagikan ke Kabupaten Bintan,” sebutnya.
Rika mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan. Pastikan label layak kurban sudah terpasang demi ketenangan dalam menjalankan ibadah. (sih)





