TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Tanjungpinang, Riany, menegaskan bahwa kelangkaan ayam potong di pasaran murni akibat kekosongan masa produksi ternak.
Hal ini terungkap, setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi bersama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan asosiasi peternak lokal.
Riany menjelaskan, stok ayam saat ini sangat terbatas, lantaran sebagian besar ternak di tingkat peternak belum memasuki usia panen.
“Ini kondisi alami dalam peternakan, ayamnya belum cukup umur sehingga belum bisa kirim-kirim ke pasar,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Sebagai langkah darurat, Disdagin bersama Japfa Group, telah menyuntikkan pasokan sebanyak 6.000 ekor ayam ke pasar.
Meski demikian, Riany mengakui jumlah tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Tanjungpinang yang tinggi.
“Selain memantau pasokan, kami juga berkoordinasi dengan para distributor untuk mengawasi rantai distribusi,” ucapnya.
Riany memastikan hingga saat ini tidak ada praktik penimbunan, terutama untuk komoditas pangan segar.
“Pedagang sangat paham, barang segar seperti ayam, cabai, atau bawang jika timbun justru akan rusak dan kualitasnya menurun. Itu merugikan mereka sendiri,” jelasnya.
Guna menjaga stabilitas, Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Polresta Tanjungpinang dan Dinas Pertanian (DPPP) terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rutin di lapangan.
“Langkah ini untuk memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi di tengah keterbatasan stok,” tukasnya. (dan)





