Beranda Headline

Stafsus Gubernur Kepri Sebut Honorer Jadi Beban APBD, PKS: Kasihan Pak Ansar

0
Anggota DPRD Kepri dari Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin-f/istimewa-net

TANJUNGPINANG (HAKA) – Anggota DPRD Provinsi Kepri dari Fraksi PKS, Wahyu Wahyudin menyesalkan komentar Staf Khusus Gubernur Kepri, Sarafudin Aluan di media sosial facebook miliknya.

Dalam komentarnya itu, Aluan menyebut jika kondisi APBD Pemprov Kepri saat ini terbebani karena kehadiran THL dan PTT.

“Ya Allah berikan petunjuk yang terbaik kepada Pk Gubernur agar bisa mengatasi kondisi yg APBD yg berat ini. Stlh saya minta semua Data PNS. PTT. Dan THL. Sdh berjumlah 9000 lbh. Beban anggaran sangat berat. PTT dan THL hanya mampu di Gaji 6 bulan. Tunjangan Pegawai hanya tersedia 8 sd 9. Bulan. Belum yg lain lain. Masih kita dalami dan mencari solusi. Apakah PTT dan THL di Rumahkan. Dan seleksi berdasarkan UU. PNS dan PPPK,” bunyi statement Aluan di akun fb S Aluan tersebut.

Tulisan ini pun menyebar ke beberapa platform media sosial, termasuk ke Whatasapp Group (WAG).

Menurut anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri itu, statement Sarafudin Aluan di media sosial, dinilai kurang etis. Karena kata dia, hal tersebut tentu dapat menimbulkan polemik dan juga dapat menjadi kontroversi di tengah masyarakat.

Kutipan tulisan Sarafudin Aluan di media sosial yang beredar di masyarakat-f/istimewa

“Karena ulah timnya itu, nanti yang kasihan Pak Gubernur Ansar sendiri,” katanya, Senin (22/3/2021).

Seharusnya kata dia, statement tersebut disampaikan langsung oleh Ansar Ahmad selaku Gubernur Kepri. Mengingat, Gubernur Keprilah yang paling tahu kondisi keuangan dan kebutuhan THL serta PTT saat ini.

“Kalau itu langsung dari Pak Ansar nya sendiri tentu lebih baik,” sebutnya.

Kemudian lanjutnya, saat ini alangkah lebih baik jika Gubernur Kepri, mengevaluasi kinerja tiap-tiap OPD dengan jumlah THL yang ada.

Jika, sekiranya hal tersebut tidak seimbang, maka silahkan Gubernur Kepri melakukan pemangkasan jumlah THL ditiap-tiap OPD yang ada di Pemprov Kepri.

“Kalau memang tidak sesuai dengan target saya setuju itu (THL) dipangkas. Tapi dengan catatan, jangan yang lama dipangkas dua atau tiga bulan kemudian ada lagi yang baru. Itu catatan penting, jangan sampai muncul istilah patah tumbuh hilang berganti,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini disusun, Sarafudin Aluan belum memberikan respon ketika dimintai konfirmasi terkait komentarnya di medsos facebook tersebut.

Ketika hariankepri.com, mencoba menghubunginya, mantan anggota DPRD Provinsi Kepri itu tidak memberikan respon.(kar)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here