BATAM (HAKA) – Di tengah keterbatasan sarana, SMKN 10 Batam terus menunjukkan prestasi, melalui berbagai program unggulan dan inovasi tingkat provinsi.
Sekolah di Perumahan Nongsa Asri ini tetap produktif mengukir prestasi, meski sarana prasarana masih dalam tahap pengembangan.
Kepala SMKN 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia menyampaikan, sekolahnya fokus dua konsentrasi keahlian, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Pengelasan.
“Kami memiliki 313 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar,” ujar Herlina kepada hariankepri.com, Minggu (31/5/2026).
Meskipun kekurangan guru aparatur, sekolah tetap produktif berkat kolaborasi tenaga honorer komite hingga guru sukarelawan.
Tahun ini, SMKN 10 Batam mencatatkan prestasi membanggakan setelah meraih Bantuan Pemerintah (Banper) sertifikasi bahasa Inggris.
Siswa kelas XI, dan para guru menerima bantuan sertifikasi bahasa Inggris tersebut.
“Untuk peningkatan kompetensi, kami bekerja sama dengan ITC UIB dalam pelaksanaan sertifikasi TOEIC,” jelasnya.
Herlina menyebutkan, Gubernur Kepri juga menetapkan SMKN 10 Batam, sebagai salah satu Satuan Pendidikan Percontohan Pelayanan Inklusif.
Salah satu inovasi sekolah dengan fasilitas terbatas tersebut adalah, proyek Sampan Nelayan Kepri Ramah Lingkungan.
“Siswa kami terlibat langsung dalam inovasi pembuatan sampan dari plat bekas. Ini karya nyata yang ramah lingkungan,” ungkap Herlina.
Terobosan ini membuktikan keterbatasan sarpras, bukan penghalang bagi siswa untuk menghasilkan karya, yang bermanfaat bagi masyarakat. (sih)





