​PEMERINTAH pusat menaruh perhatian besar pada mobilisasi logistik di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Langkah nyata ini terlihat, dari rencana pembangunan dermaga baru ASDP Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.
​Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pelabuhan ini menegaskan satu hal penting kepada publik.
Hal ini menunjukkan, bahwa jalur penyebrangan laut Batam Bintan tetap menjadi urat nadi ekonomi, yang sangat menjanjikan.
Dalam hal ini, ​Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melihat lonjakan penumpang kapal RoRo setiap tahunnya. ​
Alasan tersebut pada akhirnya memperkuat keputusan negara, untuk memperluas kapasitas tampung pelabuhan Tanjunguban sekarang.
​Langkah strategis ini, juga sekaligus mengirimkan sinyal tajam mengenai prioritas anggaran pusat.
​Jakarta lebih memilih proyek realistis, daripada memaksakan megaproyek penyebrangan yang ambisius, berupa jembatan.
​Sementara itu, publik tentu masih mengingat rencana besar pembangunan infrastruktur berbiaya mahal, Jembatan Batam Bintan.
Namun, masyarakat hari ini hanya melihat hamparan laut tanpa ada progres fisik. ​Pembahasan lokal terus menggaungkan megaproyek jembatan tersebut setiap musim pemilu.
Sayangnya, realita di lapangan menunjukkan tiang pancang pertama belum juga berdiri.
​Alhasil, pemerintah pusat tampaknya menghitung ulang efisiensi anggaran secara matang dan objektif.
Mereka melihat optimalisasi jalur laut memberikan dampak ekonomi jauh lebih cepat.
​Dermaga baru ASDP Tanjunguban akan memangkas waktu antrean kendaraan logistik secara signifikan. Distribusi barang pokok antarpulau kini akan berjalan semakin lancar.
​Imbasnya, para pelaku usaha menyambut baik kepastian hukum dan infrastruktur dari otoritas pusat.
Mereka membutuhkan solusi konkret hari ini, bukan sekadar gambar rancangan jembatan.
​Kawasan Bintan Utara segera menikmati pertumbuhan ekonomi baru dari perluasan pelabuhan ini. Aktivitas perdagangan lokal pasti bergerak lebih dinamis dan menguntungkan masyarakat.
​Otoritas pelabuhan memegang kendali penuh dalam mempercepat konektivitas wilayah perbatasan. ​Kehadiran dermaga tambahan ini menjawab kebutuhan riil pengguna jasa transportasi laut.
​Kita harus mengapresiasi cara berpikir realistis pemerintah pusat dalam membangun daerah.
​Mereka mendahulukan keselamatan publik dan kelancaran arus barang lewat jalur laut.
​Akhirnya, editorial ini mengajak semua pihak untuk mengawal proyek dermaga baru tersebut. Peningkatan fasilitas RoRo Tanjunguban mempertegas bahwa laut adalah jembatan terbaik kita.(redaksi)





