TANJUNGPINANG (HAKA) – Gangguan sinyal, pada Kamis (22/1/2026) memaksa SPBU Batu 10, melayani pengisian BBM Pertalite secara manual.
Pantauan hariankepri.com di lokasi, antrean kendaraan sempat sepi, karena kendala teknis pada sistem pengisian tersebut.
Beberapa sopir truk bahkan harus mencari lokasi pengisian solar lain, akibat gangguan koneksi pada mesin pompa.
Pengawas SPBU, Rasyid, menyebutkan bahwa masalah sistem ini mulai muncul sekitar pukul 10.00 WIB pagi
“Kami juga belum tahu penyebab masalah di sistem digital yang menghambat operasional pengisian bahan bakar ini,” ungkapnya.
Sehingga, kata Rasyid, petugas kini mengisi Pertalite secara manual, agar pelayanan kepada pengendara motor dan mobil tetap berjalan lancar.
Kendati demikian, pihaknya menolak melayani pengisian solar secara manual, karena cukup berisiko.
“Gangguan sinyal seperti ini merupakan kejadian pertama,” ucapnya.
Pihak manajemen tetap menjamin ketersediaan stok Pertalite maupun solar dalam kondisi aman bagi seluruh konsumen.
“Masalahnya cuma dari gangguan sinyal, bukan karena kelangkaan pasokan BBM di wilayah Tanjungpinang,” tukasnya. (dan)





