BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan, Pemko Batam dan Polda Kepri memperkuat sinergi untuk memberantas pencurian fasilitas publik.
​Amsakar menyatakan hal itu saat silaturahmi Kapolda Kepri bersama Forkopimda Batam dan pengusaha besi tua di Mapolresta Barelang, kemarin.
​Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret, merespon maraknya aksi pencurian dengan pemberatan oleh komplotan pelaku bernama rayap besi.
​Para pelaku merusak lampu lalu lintas, kabel menara, kabel jalan, besi drainase, hingga trafo listrik untuk mengambil tembaga.
​Kepolisian mencatat sudah menangani 10 perkara serta mengamankan 18 tersangka pelaku dan empat tersangka penadah sampai saat ini.
​”Kami bersama Ibu Wakil dan Forkopimda terus memberikan yang terbaik, namun pelaku kriminal merusak berbagai fasilitas umum,” kata Amsakar.
​Ia menyebut pelaku mengincar besi pelabuhan, komponen Jembatan Barelang, jembatan penyeberangan, kabel perumahan, papan informasi, dan baterai halte.
​”Barang di lokasi hilang seluruhnya. Ini menjadi modus kejahatan yang harus mendapat perhatian serius dari kita semua,” ujarnya.
​Amsakar meminta pengusaha besi tua lebih cermat, serta memperketat aspek legalitas dalam setiap transaksi pembelian barang bekas.
​Amsakar menilai aksi kejahatan infrastruktur ini, mengganggu pertumbuhan investasi Batam yang meningkat lebih dari 100 persen.
​”Jangan sampai tindakan kriminal merusak rasa aman investor dan menurunkan daya saing daerah,” tegasnya.
​Amsakar mengapresiasi Kapolda Kepri, dan Kapolresta Barelang, yang berhasil mengungkap kasus pencurian yang meresahkan ini.
​Ia berharap seluruh pemangku kepentingan menandatangani pakta integritas guna mencegah terulangnya praktik pencurian infrastruktur publik di Batam. (fik)






